“Mempertahankan Keberlangsungan Menyusui”

Menyusui adalah aktivitas berdua bahkan bertiga, yaitu ibu, bayi, dan ayah. Keberhasilan menyusui memerlukan dukungan dari banyak pihak seperti tenaga kesehatan, keluarga besar, juga teman-teman ibu dan ayah.

Keberadaan nakes di Indonesia masih menjadi panutan bagi para calon ibu, ibu yang sedang dalam perawatan, juga ibu yang sedang proses  pengasuhan anandanya. Alangkah lebih baik jika   institusi pendidikan profesi kesehatan memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan nakes yang handal dalam memberikan pelayanan dan asuhan sehingga para calon ibu dan para ibu mendapatkan dukungan penuh secara fisik maupun psikologis,  informasi yang relevan, dan termotivasi menjalankan saran dari nakes dengan baik.

Kesehatan ibu dan anak adalah menjadi bagian dari lingkup praktik keperawatan anak sejak   masa konsepsi sampai anak berusia 18 tahun. Menjadi kewajiban bagi nakes dalam hal ini perawat anak untuk dapat memberikan dukungan yang optimal dengan memberikan informasi yang relevan saat memberikan layanan asuhan pada calon ibu tentang pemberian ASI/menyusui, manfaat menyusui, bahaya makanan prelakteal, persiapan menyusui, keputusan menyusui, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), dan kegiatan menyusui (mulai dari pelekatan dan posisi menyusui). Saat bayi dilahirkan alangkah baiknya nakes membantu proses IMD, memberi keluasan kepada ayah untuk ikut berperan dalam proses IMD,  dan memberi bantuan praktis untuk ibu yang baru melahirkan.

Pada masa awal kelahiran di tempat bersalin, ibu sangat membutuhkan dukungan dalam proses belajar menyusui, ibu perlu memahami dan mendapatkan informasi tentang pelekatan dan posisi menyusui yang benar, ibu perlu merasa nyaman, dan merasa didukung. Selanjutnya ibu perlu mendapatkan informasi tentang kolostrum,   tanda kecukupan ASI dan tanda bahaya serta informasi untuk kunjungan ulang. Jangan dilupakan saat kunjungan keluarga besar, nakes perlu  meyakinkan keluarga besar untuk mendukung ibu, ayah dan bayi berkegiatan menyusui. Berikan informasi dukungan dari keluarga besar (terutama nenek, paman, bibi si bayi) yang diperlukan ibu seperti memberi bantuan meringankan pekerjaan rumah,   berkomunikasi yang positif yang dapat membuat ibu merasa bahagia, menghindari nasehat yang membuat ibu tidak percaya diri dalam menyusui, tidak meminta ibu memberikan makanan lain selain ASI, dan lain-lain.

Saat ibu dan bayi bersiap pulang berilah dukungan informasi tentang tanda kecukupan ASI , tanda bahaya yang mengharuskan bayi segera dibawa ke fasilitas kesehatan, serta kapan kunjungan ulang.

Saat kunjungan ulang nakes perlu untuk menanyakan tentang menyusui dan memberi pujian atas apa yang telah dilakukan dengan baik oleh ibu dan bayi, memastikan berat badan bayi sesuai (kembali ke berat badan lahir pada usia 7 hari), memastikan pelekatan dan posisi menyusui yang benar, serta bayi menyusu dengan efektif.

Seorang perawat yang memberikan pelayanan yang berhubungan dengan kesehatan anak sampai usia 2 tahun penting untuk selalu menanyakan tentang menyusui sebagai bagian dari amanah mempertahankan menyusui sampai usia 2 tahun atau lebih. Juga tentang pemberian MPASI dengang tidak mengenyampingkan pemberian ASI sebagai bagian dari stimulasi tumbuh kembang bayi sampai usia 2 tahun.

 

Mari lakukan dan optimalkan peran profesional kita sebagai perawat anak untuk ikut mendukung ibu mempertahankan menyusui sampai 2 tahun atau lebih….

 

Mewakili Ikatan Perawat Anak Indonesia

                     Dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia

Ns. Fajar Tri Waluyanti, Sp.Kep.An., IBCLC